Followers
Avenged Sevenfold
Blog Archive
2.04.2009
Wisata Bahari Andalan Jawa Timur
Jawa Timur sebagai salah satu Daerah Kunjungan Wisata (DTW) mencanangkan 4 event untuk mensuskseskan Visit Indonesia Year (VIY) 2008, yaitu Yadnya Kasada Bromo di Kabupaten Probolinggo, Karapan Sapi di Madura, Festival Lintas Budaya di Surabaya dan Festival Paralayang di Kota Batu. Catatan dari Dinas Pariwisata Jawa Timur selama tahun 2007, kunjungan wisatawan mancanegara via Juanda tercatat sebanyak 136.980 orang, naik 54,65 persen dibanding tahun 2006.
Jawa Timur sebagai salah satu Daerah Kunjungan Wisata (DTW) mencanangkan 4 event untuk mensuskseskan Visit Indonesia Year (VIY) 2008, yaitu Yadnya Kasada Bromo di Kabupaten Probolinggo, Karapan Sapi di Madura, Festival Lintas Budaya di Surabaya dan Festival Paralayang di Kota Batu. Catatan dari Dinas Pariwisata Jawa Timur selama tahun 2007, kunjungan wisatawan mancanegara via Juanda tercatat sebanyak 136.980 orang, naik 54,65 persen dibanding tahun 2006. Diharapkan tahun ini 145.000 wisman mengunjungi Jawa Timur. Dengan kekayaan alam yang melimpah dan potensi wisata yang beragam, jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Jawa Timur, masih bisa ditingkatkan lagi. Selama ini obyek wisata yang ditawarkan belum melirik pada potensi laut, pesisir dan pulau-pulau kecil. Sudah saatnya Wisata Bahari dijadikan sebagai pasar potensial.
Sektor ini erat kaitannya dengan pengembangan wilayah pesisir, laut dan gugusan pulau-pulau kecil. Tengok bagaimana Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Papua sukses "menjual" obyek wisata bahari ke mancanegara dengan memanfaatkan Teknologi Informasi. Terbitnya Undang-Undang No.27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, memberi payung hukum dan peluang untuk mengundang investor terlibat dalam pengelolaannya. Sukses Pulau Manggudu, di Sumba Timur, NTT patut dicontoh. Sejak dikelola secara profesional tahun 2003, David James Wyllieine, asal Australia mampu menjual pesonanya dan dikunjungi sedikitnya 4.000 wisman. Contoh lain Pulau Mansuar di Provinsi Papua. Perairan di sekitar pulau yang dijuluki kerajaan ikan bawah laut itu, merupakan bagian dari 610 pulau di Kepulauan Raja Ampat. Pengelolanya Maxmilan J Ammer, warga Belanda yang sejak tahun 1998 mendirikan puluhan Cottage di atas lahan 12 ribu meter persegi dengan investasi 700 juta dolar. Setiap bidang tanah dikontrak 40 juta per tahun untuk menambah pemasukan kas pemda setempat.
Jawa Timur sebetulnya tidak kalah, provinsi ini mempunyai sedikitnya 52 obyek wisata bahari potensial. Terdiri dari beberapa lokasi taman laut yang indah, pulau menawan dan pesisir pantai yang mengundang decak kagum. Selain untuk kegiatan Snorkling bisa pula dimanfaatkan survying, fishing, sunbathing dan arena bermain. Seperti di Kepulauaun Madura, Pulau Bawean di kabupaten Gresik dan Pulau Gili Ketapang, Probolinggo atau sepanjang pesisir selatan meliputi delapan kabupaten, Pacitan, Trenggalek, Malang, Blitar, Tulungagung, Banyuwangi, Jember dan Lumajang. Memang berat untuk mengelola 1600 km panjang garis pantai dan 445 pulau yang lokasinya tersebar di 23 kabupaten dan kota. Dibutuhkan upaya perbaikan sarana, prasarana, sistem perizinan, pelayanan keimigrasian, beacukai, sistem dan kualitas keamanan dan kenyamanan transportasi, serta promosi. Peluang itu sudah dibuktikan dan dimanfaatkan Kabupaten Lamongan dengan mengembangkan serta menseriusi Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Kabupaten Probolinggo dengan menjual Pantai Bentar.. Kedua obyek wisata tersebut membuktikan bahwa wisata bahari banyak diminati wisatawan.
Potensi obyek wisata lainnya terdapat di Kepulauan Kangean dengan luas wilayah mencapai 460 kilometer persegi, memiliki beberapa potensi wisata unggulan, terutama wisata bahari, wisata lingkungan (ecotourism) dan wisata budaya. Potensi wisata yang dapat dinikmati di kepulauan ini diantaranya, pemandangan bawah laut yang relatif masih bagus, bahkan dapat dinikmati dari atas kapal tanpa harus menyelam (snorkeling), demikian pula pemandangan hutan bakau (ekosistem mangrove) yang relatif masih baik dan alami. Beberapa kegiatan penduduk setempat dapat diadikan obyek wisata budaya yang ikut menarik wisatawan untuk berkunjung di pulau ini. Seperti kegiatan kerajinan akar kayu bahar dan kayu sentaki. Di wilayah ini terkenal pula penangkaran ayam bekisar. Selain itu, usaha budidaya kerang mutiara dapat menjadi daya tarik wisata alternatif. Peluang ini sudah dimanfaatkan sejumlah biro perjalan di Bali. Selain Kangean, Pulau Sapeken, Sepanjang dan Bawean, merupakan obyek wisata yang rutin dikunjungi wisman dari Pulau Bali. Selama ini pembangunan pariwisata sangat terasa dikuasai konsepsi daratan. Sebaliknya potensi wisata sumber daya alam laut, lingkungan pesisir dan pulau-pulau kecil dikerdilkan dan menjadi wilayah terabaikan. Hal ini disebabkan minimnya pemahaman dan kemauan politik dari pemerintah pusat dan daerah.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




No comments:
Post a Comment